Kamis, 22 November 2012

Perbedaan antara suka,,sayang,,dan cinta !


Suka adalah saat kamu ingin memiliki seseorang. . .

Sayang adalah saat kamu ingin membahagiakan orang itu. . .

Dan cinta adalah saat kamu akan berkorban untuk orang itu . . .

Saat kamu bersedih dan menangis maka seseorang yg "menyukaimu" akan berkata "sudahlah jgn menangis lg"

tp seseorang yg "menyayangi" akan diam dan ikut menangis bersamamu . . .

Dan seseorang yg "mencintaimu" akan membiarkanmu menangis dan menunggumu hingga tenang lalu berkata "mari kita selesaikan ini bersama"

saat seseorang yg menyukaimu berada disampingmu maka dia akan bertanya "bolehkah aku menciummu?"

tp seseorang yg menyayangimua maka dia akan berkata "biarkan aku memelukmu"

dan seseorang yg mencintaimu takkan berbicara..dia hanya akan selalu memegang erat tanganmu seakan dia takkan mau membiarkanmu terjatuh . . .

Saat kamu menyukai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan marah dan takkan mau lg berbicara dengannya..

Tp jika kamu menyayangi seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan menangis karenanya..

Dan jika kamu mencintai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan tersenyum walau itu pahit dan berkata "dia hanya belum tahu apa yg dia lakukan"

suka hanyalah keegoisan diri sendiri.
Sayang adalah memberi dan menerima..
Dan cinta adalah rela berkorban.

Suka hanya akan berbuat jika itu menyenangkan..
Sayang berbuat karena ingin selalu ada untuknya..
Dan cinta berbuat karena tak ingin membuatnya terluka tak peduli bgaimana keadaan kita. . .

Jumat, 02 November 2012

Terimalah Dia Apa Adanya



Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah.

Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. “Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita”.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…..” Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya.

Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir….. “Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan… ” jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…. ”

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…..

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal- hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

*Share artikel ini agar menginspirasi yang lain.

Jumat, 26 Oktober 2012

Kisah Sepotong Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, Ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik pasti sudah ku pukul dia!”. Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.

Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!! Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar dan tidak tahu berterima-kasih.

---

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya. Orang lainlah yang selalu salah, Orang lainlah yang patut disingkirkan, Orang lainlah yang tak tahu diri, Orang lainlah yang berdosa, Orang lainlah yang selalu bikin masalah, Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal yang tidak tahu berterima-kasih. Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

*Share tulisan ini agar menginspirasi yang lain.

Perangkap Tikus

Suatu ketika, ada seekor tikus yg hidup di rumah seorang petani. Ia adalah seekor tikus kecil yg bahagia, sebab ia mendapat cukup banyak makanan. Sungguh bagus punya tikus di rumah, karena itu artinya kita tidak memerlukan penyedot debu. Biar si tikus saja yang memunguti remah-remah kecil dan mungil..., tapi itu kalau kita bisa melatih si tikus untuk mengambil
remah di tempat yang benar. Ha-ha-ha.

Masalahnya, petani pemilik rumah tak pernah menyukai tikus itu. Suatu hari, ketika si tikus mengintip melalui retakan di tembok, ia melihat petani itu tengah membuka sebuah bungkusan. Saat ia melihat benda dalam bungkusan itu, ia ketakutan. Petani itu ternyata membeli sebuah perangkap tikus!

Begitu gegernya tikus itu sampai-sampai ia langsung menemui sahabatnya, Si Ayam, dan berseru, "Pak Tani beli perangkap tikus! Ini mengerikan! Ini bencana!"

Namun Si Ayam malah berkata, "Bukan masalahku. Tak ada hubunganya denganku. Itu urusanmu, Tikus! Pergi sana!"

Tikus itu tidak mendapat simpati dari ayam, jadi ia pergi menemui sahabatnya yang lain, Tuan babi. "Tuan Babi, Tuan Babi! Pak Tani beli perangkap tikus. Ini berita mengerikan, aku tidak tahu apa aku bisa tidur nyenyak malam ini! Aku dalam bahaya!"

Tuan Babi berkata, "Gak ada urusannya denganku. Urusanmu! Perangkap tikus gak bisa menangkap babi. Kamu lagi sial aj, sana pergi!"

Tikus itu kecewa dengan Tuan Babi, maka ia menemui sahabatnya yang lain, Nyonya Sapi.

"Nyonya Sapi! Tolonglah aku! Pak Tani sudah beli perangkap tikus! Aku begitu paranoid sekarang! Kamu tahu kan tikus biasanya lari ke sana kemari dan tidak tahu lari menginjak apa. Aku bisa menginjak perangkap itu dan aku akan terbunuh...!"

Nyonya Sapi berkata, "Wah, wah.... Itu pasti karma dari kehidupan lampaumu.... Tapi sayangnya, tidak ada hubungannya denganku."

Tikus itu tidak mendapatkan simpati dari satu pun sahabatnya. Dengan muram, ia pulang ke liangnya. Malam itu seekor ular menyusup ke rumah petani itu dan ekornya terkena perangkap tikus itu.

Ketika istri petani datang untuk memeriksa apakah perangkap itu sudah menangkap tikus, ular itu mematuk istri petani itu. Akibatnya, istri petani itu menderita sakit berat. Karena beratnya sakit sang istri, petani itu berpikir, "Apa ya yang bagus untuk orang sakit? Aah... sup ayam!"

Maka petani itu mengambil ayam, memotong kepalanya, membuluinya, dan merebusnya menjadi sup untuk istrinya. Si ayam kehilangan nyawanya.

Istri petani tak kunjung sembuh. Sanak saudara berdatangan untuk memastikan apakah istri petani itu baik-baik saja. Karena banyak tamu berkunjung, petani tidak tahu harus menyediakan makanan dari mana buat mereka. Jadi ia menangkap si babi, menjagalnya, lalu menyajikan sosis dan ham untuk tamu-tamunya. Si babi pun kehilangan nyawanya.

Sekalipun telah melakukan segala upaya, istri petani malang itu meninggal jua. Karena ia meninggal---Anda tahu betapa mahalnya upacara pemakaman, maka petani harus memotong sapi dan menjual dagingnya untuk membayar biaya upacara. Jadi pada akhirnya, si ayam mati, si babi kehilangan nyawa, dan si sapi dijagal..., semua ini karena perangkap tikus.

Jadi, itu bukan hanya masalah si tikus, tapi masalah semuanya.

Kita sering berpikir, "Ini tidak akan mempengaruhiku, tak ada urusannya denganku. Ini masalah orang lain." Tapi kisah ini memberitahu kita: "Bukan! Ini bisa jadi masalahku juga."

Itulah sebabnya mengapa kita harus saling menolong satu sama lain, walau kita tidak tahu bagaimana hal itu berakibat pada kita. Jika ada masalah dalam hidup Anda, mohon jangan pernah berpikir bahwa ini masalah Anda, atau masalah dia. Alih-alih, pikirkan itu sebagai masalah kita, sebab kita semua berada di dalamnya bersama-sama, dan bagian yang indah dalam proses ini adalah berbagi dengan orang lain.

Kita akan menyelesaikan ini bersama-sama. Jika upaya kita berhasil dan mencapai akhir yang baik, luar biasa. Tapi meskipun tidak berhasil, hal yang paling penting adalah: kita bekerja bersama-sama. Pokok masalahnya bukanlah dalam menyelesaikan semua masalah kita, namun pada kenyataan bahwa kita tidak bekerja sama. Di situlah masalahnya.

Jika kita belajar untuk saling bekerja sama, kita akan memiliki kehidupan spiritual yang menakjubkan ini, dan kita tidak akan merasa begitu kesepian. Lalu, kita pun makin dekat dengan realitas bahwa kita semua ada dalam perahu ini bersama-sama.

Sumber buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3" by Ajahn Brahm.
*Share tulisan ini agar menginspirasi yang lain,

Jumat, 07 September 2012

Sosok Ayah Yang Terlupakan

Coba sejenak kau lihat raut keletihan di wajah ayahmu. Lihatlah helai rambut yang memutih di kepalanya dan kau akan melihat betapa ayah, bapak atau papamu telah bekerja membanting tulang dan menguras keringat demi membesarkan, merawat, menyayangi dan menjagamu.

Dan dibalik ketidaknyamananmu, ada sebuah cinta yang selalu menjadi pelindungmu. Coba kau katakan sekali saja, ” Aku sayang sama ayah ” , maka kau akan melihat guratan senyum kebahagiaan dari raut bibirnya yang mungkin tidak pernah kau lihat sebelumnya.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa ?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu ?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian ?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “ Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya ” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi ?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “ Tidak boleh !”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu ? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang ?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa.”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu ?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…. kuat untuk pergi dan menjadi dewasa…

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “ Tidak…. Tidak bisa ! ”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “ Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu ”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang ”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis ?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata : “ Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.
Papa telah menyelesaikan tugasnya.

Papa, Ayah, Bapak kita… adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “ KAMU BISA ” dalam segala hal..

Semoga Semua Ayah Di Dunia Selalu Berbahagia. 

*share artikel ini agar menginspirasi yang lain

Rabu, 05 September 2012

Ziarah, Musyawarah, Istiqoroh dan Nazar


Asssalamu’alaikum Wr. Wb.

Dan hendaknya kamu berziarah ke makam Rasullah SAW. setelah beliau wafat. Ziarah ke makam Rasullah menurut sebagian ulama adalah wajib dan ada sebagian ulama yang mengatakan hanya sunnah muakadah saja.

Tidak jauh dari makam Rasullah, ada makam sohabat-sohabat beliau seperti Syaidina Abubakar Assidiq dan Syadina Umar Ibnu Khotob. Kita dianjurkan pula untuk berziarah kemakam sohabat-sohabat beliau tersebut. Akan tetapi ada dari golongan tertentu seperti syiah yang tidak mau untuk berziarah ke makam sohabat-sohabat beliau.

Rasullah dan Nabi-nabi yang lain hidup di dalam kuburnya seperti layaknya kita hidup di dunia ini. Bila kita meziarahi makamnya beliau senang dan menjawab salam yang kita ucapkan.

Terbilang tidak sopan atau kurang adab hukumnya, orang yang pergi ke tanah suci akan tetapi tidak menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Nabi tanpa ada udzur yang nyata seperti sakit.

Ketahui oleh kamu, sesungguhnya andaikan kamu datang berziarah ke makam Nabi dengan menggunakan kepala kamu (bukan dengan kaki) untuk berjalan dan kamu datang dari negeri yang jauh, maka hal tersebut belum dapat membayar ni’mat hidayah yang Allah anugrahkan kepada kita.

Apabila kita akan menikah atau akan mengadakan perjalanan, maka hendaknya kita bermusyawarah dengan orang yang mengerti dengan permasalahannya tersebut, dan orang yang kita ajak bermusyawarah hendaknya orang yang dapat kita percaya tentang kejujurannya, amanahnya dan ma’rifahnya.

 Apabila hasil musyarawah yang kita lakukan pas atau cocok dengan apa yang kita inginkan, maka jangan langsung dilaksanakan, akan tetapi kerjakan shalat Istiqoroh terlebih dahulu untuk memohon petunjuk kepada Allah agar dipilihkan yang terbaik untuk kita. Lakukan shalat Istiqoroh 1 kali, 2 kali sampai beberapa kali dan jangan lupa membaca doa yang sudah mashur (doa yang sudah lazim dibaca). Laksanakan shalat Istiqoroh beberapa kali hingga kita yakin dengan petunjuk yang Allah berikan, baik berupa mimpi ataupun petunjuk-petunjuk yang lainnya.

Hadist Nabi: “Tidak sia-sia orang yang Istiqoroh dan tidak menyesal orang yang bermusyawarah.”

Jika kamu ingin shalat sunnah atau shodaqoh karena nazar yang kamu ucapkan, setelah apa yang kita inginkan tercapai, maka segera laksanakan jangan ditunda-tunda lagi. Amalan sunnah yang dinazarkan maka hukumnya akan menjadi wajib dikerjakan bila nazarnya telah tercapai.

Jangan kita biasakan bernazar, karena Al Imam Gojali, berkata: “Orang yang banyak mengucapkan nazar adalah tanda dari orang yang pelit.” Karena mereka baru akan mengerjakan suatu amalan soleh apabila nazarnya telah tercapai. Seperti baru akan mengelurkan shodaqoh bila apa yang diinginkannya tercapai.

Setan akan membujuk kita untuk mengucapkan nazar, yang dengan nazar tersebut nantinya akan menjerumuskan kita, sehingga kita tidak bershodaqoh atau mengerjakan shalat sunnah karena apa yang kita inginkan belum tercapai.

Sumpah tidak akan memberikan bantuan kepada orang yang biasa kita bantu atau memutuskan tali silaturahmi kepada saudara kita atau meninggalkan suatu pekerjaan yang baik karena ada ganjalan di hati, maka hendaknya gugurkan atau langgar sumpah tersebut dan kerjakan kembali amalan baik yang biasa kita kerjakan.

Menggugurkan nazar atau sumpah , maka hendaknya kita membayar khafarat. Hadist Nabi: “Janganlah kamu mengucapkan sumpah, meskipun kamu benar.” Terkecuali ada kondisi yang mengaruskan kita untuk bersumpah, misalnya di muka pengadilan.

Jangan kamu bersumpah hanya karena ‘dzon’ (sangkaan/dugaan) saja, tanpa ada keyakinan. Dan jangan pula mengucapkan sumpah bila ada perasaan ‘shaq’ (keraguan) di hati.

Dalam hukum Islam, sumpah dapat digunakan untuk memutuskan perkara. Hal tersebut pernah terjadi pada masa pemerintahan Syaidina Ali. Syaidina Ali kehilangan pedangnya dan beliau melihat pedangnya berada di tangan seorang yahudi. Sebagai pemimpin yang adil, beliau tidak langsung merebut pedang tersebut, akan tetapi melaporkannya kepada pihak yang berwenang, sehingga kasusnya disidangkan. Dalam sidang, hakim menanyakan kepada Syadina Ali, apakah ia memiliki saksi atas tuduhannya tersebut. Syaidina Ali tidak dapat menunjukkan saksi. Kemudian hakim bertanya kepada orang yahudi, apakah ia berani bersumpah bahwa pedang yang berada padanya adalah benar-benar miliknya. Yahudi tersebut berani mengucapkan sumpah di hadapan hakim. Setelah mendengar sumpah dari yahudi tersebut, hakim memutuskan memenangkan orang yahudi tersebut. Padahal pada kenyataannya pedang yang berada padanya adalah benar-benar milik dari Syaidina Ali. Orang yahudi yang memenangkan perkara tersebut terkejut dan takjub dengan keputusan hakim yang memenangkan dirinya, padahal yang menjadi lawan dipersidangannya adalah seorang Amirulmu’munin. Karena kagum dengan keadilan dari Islam, maka ia memutuskan untuk memeluk agama Islam.
Dalam keputusannya hakim tidak menyelidiki apakah orang yang mengucapkan sumpahnya telah berbohong atau tidak, karena urusan yang berada di dalam hati orang yang mengucapkan sumpah adalah urusannya kepada Allah.

Cara membayar khafarat atas menggugurkan sumpah/nazar adalah dengan membebaskan seorang budak, atau memberikan pakaian kepada 10 orang miskin, atau memberi makan 10 orang miskin, tiap orang mendapat 1 mud’ atau 1 liter makanan pokok. Apabila tidak sanggup atau tidak mampu untuk melaksanakan salah satu dari yang diatas, maka dapat dibayar dengan puasa selama 3 hari.

CATATAN:
Ini saja yang dapat al-faqir rangkum dari isi penjelasan ta’lim yang begitu luas yang disampaikan oleh Al Ustdz. Al Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf. Semoga rangkuman ini dapat bermanfaat dan menjadi motivasi dalam menuntut ilmu.
Afwan Al-faqir tidak mencantumkan nama kitab dan pengarang dalam setiap rangkuman yang al-faqir kirimkan, karena ada permintaan dari Al Ustdz untuk tidak mencantumkannya. Karena disamping mengunakan kitab utama, beliau juga mengunakan kitab-kitab lain sebagai referensi untuk memperjelas dalam menerangkan permasalahan yang ada dalam kitab utama yang dibaca, harap dapat di maklum, terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Diterbitkan dalam rangka mengajak untuk menghadiri Majlis Ta’lim AL KIFAHI AL TSAQAFY

Gembalaan atau Kepemimpinan yang Khusus


Asssalamu’alaikum Wr. Wb.

Hendaklah bila maksiat dan mun’karot telah melampui batas di suatu tempat/ kampung/kota dan kamupun sudah putus asa di dalam mengajak orang untuk menyampaikan kebenaran yang haq, maka hendaklah kamu uz’lah (pindah) ke tempat atau daerah yang lain. Karena dalam uz’lah tersebut mengandung keselamatan. Karena bila ahzab Allah turun, maka tidak hanya orang yang maksiat yang terkena ahzab tetapi bisa juga terkena kepada orang yang baik-baik. Ahzab Allah jika turun di suatu tempat/kampung, maka dampaknya akan merata baik orang yang buruk maupun ahli ibadah (orang baik), contoh adalah kejadian bencana Sunami di Aceh. Habib Abdullah Al Haddad memberikan nasehat bila kita akan pindah di suatu daerah atau kampung, maka hendaklah kita melihat tetangga, jangan sampai kita menyesal setelah pindah ternyata kita mendapati tetangga yang perangainya tidak baik.

Dan bila ahzab tersebut terkena kepada orang mu’min (yang tidak melalaikan membela agama Allah) menjadi Kafarot (penghapus) dari dosa-dosanya dan menjadi rahmat baginya, dan bagi selainnya menjadi Iqoob (Azhab).

Hendaklah kamu berlaku adil dalam gembalaan kamu yang khusus ataupun yang umum dan jaga dengan sempurna dan memperhatikan mereka. Nantinya Allah akan bertanya tentang hasil dari gembalaan/kepemimpinan kita, setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya.

Gembalaan yang khusus adalah 7 (tujuh) anggota badan kita, yaitu: Lisan, Pendengaran, Penglihatan, Perut, Kemaluan, Tangan dan Kaki.

Jaga betul kita punya lidah, jangan dilepas kita punya lidah. Malik bin Dinnar berkata: “Bila kita menyadari bahwa hati kita keras, lemah kita punya badan dan rezeki kita tertahan, maka ketahuilah oleh kamu bahwa itu sebab dari berbicara yang tidak perlu.”
Hasan bin Abi Syiban, lewat di suatu jalan ia melihat suatu bangunan yang tinggi. Ia bertanya sejak kapan bangunan ini di bangun? Kemudian ia tersadar bahwa ia telah mengucapkan kata-kata yang tidak perlu diucapkan, maka ia meng-hitob (menghukum) dirinya sendiri dengan berpuasa selama 1 (satu) tahun lamanya. Seorang ulama hanya sedikit bicara yang tidak perlu sudah menghukum ia punya diri dengan begitu beratnya, bagaimana dengan kita yang sering berbicara yang tidak perlu?  Jaga kita punya penglihatan dari melihat yang tidak perlu.

Kita jaga amanat yang Allah titipkan dalam diri kita. Jaga jangan sampai bermaksiat kepada Allah, tetapi gunakan untuk beribadah kepada Allah. Tujuan Allah menciptakan anggota badan yang tujuh adalah untuk kamu beribadah kepada-Nya. Ni’mat kamu yang terbesar adalah anggota kamu yang 7 (tujuh) dan cara mensyukurinya adalah dengan beribadah kepada Allah. Jika kamu tidak gunakan 7 anggota badan itu untuk toat kepada Allah, maka kamu tidak mensyukuri ni’mat yang Allah berikan sehingga kamu dapat tergolong dalam kufur ni’mat.

Anadaikan Allah tidak tundukkan atau berwatak untuk toat kepada kamu, maka niscaya anggota badan kamu yang 7 (tujuh) tersebut dapat kamu gunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Anggota badan yang tujuh apabila kita akan berbuat maksiat, maka ia akan berkata: “Ya Abdulloh (Ya Hamba Allah), takutlah kamu kepada Allah, jangan gunakan diriku untuk perbuatan yang Allah murkai. Jika kamu tetap berbuat maksiat, maka angota badan yang tujuh akan menghadap kepada Allah dan berkata: “Wahai Allah aku telah mengingatkannya untuk tidak bermaksiat kepada-Mu, tetapi ia tetap melakukannya, maka aku tidak mau bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya.”

CATATAN:
Ini saja yang dapat al-faqir rangkum dari isi penjelasan ta’lim yang begitu luas yang disampaikan oleh Al Ustdz. Al Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf. Semoga rangkuman ini dapat bermanfaat dan menjadi motivasi dalam menuntut ilmu.
Afwan Al-faqir tidak mencantumkan nama kitab dan pengarang dalam setiap rangkuman yang al-faqir kirimkan, karena ada permintaan dari Al Ustdz untuk tidak mencantumkannya. Karena disamping mengunakan kitab utama, beliau juga mengunakan kitab-kitab lain sebagai referensi untuk memperjelas dalam menerangkan permasalahan yang ada dalam kitab utama yang dibaca, harap dapat di maklum, terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Diterbitkan dalam rangka mengajak untuk menghadiri Majlis Ta’lim AL KIFAHI AL TSAQAFY.