Sabtu, 25 Agustus 2012

Pintu Kehidupan

Dalam kehidupan ada banyak sekali daun pintu, tak peduli terkunci atau tidak terkunci, tak peduli terbuka atau tertutup, diri sendiri selalu harus mencoba untuk membuka pintu itu.

Jika pun pintu depan tidak dapat dibuka, boleh mencoba pintu samping atau pintu belakang. Jika pun tidak ada pintu samping atau pintu belakang, jangan lupa masih ada jendela untuk dicoba.

Jika pun jendela tidak dapat dibuka, anda boleh pergi jalan-jalan dulu dan nantinya baru kembali lagi, kenapa harus bodoh menunggu?

Ada sepasang abang beradik yang tinggal bersama, selama beberapa tahun lamanya setiap hari mereka sama-sama berangkat kerja. Karena abang pulang kerja lebih dini, maka adik tidak pernah memikirkan masalah buka pintu dan tidak pernah membawa anak kunci pintu.

Suatu hari, karena tiba-tiba ada masalah, adik pulang ke rumah lebih cepat.

Dia duduk di ambang pintu, dengan jemu mengharapkan abang cepat pulang, setelah menunggu beberapa jam, akhirnya abang muncul di jalan depan rumah.

Abang melihat pada adik dan bertanya: “Mengapa kamu duduk di sini?”

Adik menjawab: “Saya tidak ada anak kunci!” Abang tersenyum tanpa bicara dan mendorong daun pintu, ternyata pintu langsung terbuka.

Ternyata pintu rumah tidak pernah dikunci. Adik menunggu sia-sia di depan pintu hanya dikarenakan dia tidak mau mencoba untuk mendorong daun pintu.

Kisah ini menjelaskan kalau ada sebagian dari masalah “tidak dapat” diselesaikan, kadangkala hanya disebabkan oleh kita “tidak ingin” menyelesaikannya, tidak mau mencoba, tidak mau membuka mulut dan tidak mau bertindak.

Apakah anda sudah bersiap-siap untuk membuka pintu?

Pintu kehidupan ini harus anda buka sendiri!

Artikel Ini Kiriman Slie

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar